Nebo Yeremias Tukan

 1. IBADAT/DOA ARWAH

Rabu, 20 Juli 2022

1. Pengantar

Saverius Yeremias Tukan, Sebuah nama yang cukup dikenal oleh beberapa kalangan. Di antaranya, warga masyarakat Waibalun yang saat ini berusia kurang lebih 20 an tahun ke atas. Ka,/langan birokrat, kalangan pegiat politik, kalangan katekis, kalangan para Imam dan para Suster, kalangan orang muda Katolik di era Pater Bernard Muller,SVD dan masih ada lagi kalangan yang tidak dapat disebutkan satu persatu pada saat ini. Apa yang telah dilakukannya, sehingga begitu banyak kalangan bisa mengenal Seorang Saverius Yeremias Tukan ini? Apa yang telah dibuatnya semasa hidupnya. Mari kita awali ibadat kita dengan lagu Pembuka.

2. Lagu Pembuka, Buka Pita.

3. Tanda  Salib. Marilah kita menandai diri kita dengan tanda salib, tanda kemenanganTuhan Kita Yesus Kristus. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

4.  Salam:  

 Semoga Allah sumber segala pengharapan melimpahkan penghiburan iman kepada kita sekalian. 

U. Sekarang dan selama-lamanya.

5. Kata Pembuka: 

Nnnn....

Malam ini kita semua berkumpul untuk berdoa dan beribadat dengan ujud khusus bagi keselamatan Arwah Bapa dan saudara kita Saverius Yeremias Tukan. Di hadapan Tuhan, kita adalah insan yang lemah dan selalu jatuh dalam dosa. Karena itu, sudah sepantasnya kita mohon ampun kepada Allah, agar kita pantas berdoa kepadaNya. Mari kita nyatakan tobat kita.(boleh dengan doaTobat atau Saya mengaku) 

Semoga Allah yang maha kuasa mengasihani dan mengampuni dosa dan menghantar kita pada hidup yang kekal. Amin.

6. Doa Pembuka Marilah berdoa, Allah yang mahakuasa dan kekal. Ke dalam pelukan kasih-Mu kami kami serahkan saudara kami “Romo Bernardus Bala Keranz" Bukalah hati kami untuk meresapkan Sabda-Mu malam ini, sehingga doa malam ini dapat menjadi bekal bagi kami terutama keluarga yang berduka untuk menjalani kehidupan yang masih panjang ini dengan iman yang kokoh. Dengan perantaraan Kristus Putera-Mu yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin. 

7. Lagu  antar bacaan

8. Bacaan Kitab Suci Lukas 6:43-49

9. Renungan

"Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya  yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."" demikian sepenggal Firman Tuhan yang baru kita dengar malam ini. 

Dalam konteks iman kristiani, semua orang tidak bisa mengingkari pernyataan Yesus di atas. Kecuali dia itu orang munafik, yang berkata dan berbuat tidak selaras dengan apa yang terkandung di dalam hatinya.

Hati, pusat jiwa raga kita, menentukan perilaku lahiriah kita. 

Saat ini media sosial kita sangat getol menyoroti kasus meninggalnya brigadir Josua. Belum ada kejelasan penyebab dan motivasi terbunuhnya brigadir Josua. Belum pasti juga bagi publik untuk menentukan siapa yang paling bertanggung jawab atas kasus yang telah menguras energi para pihak, baik dari kubu korban maupun kubu tersangka. Semuanya masih harus diuji kebenarannya. Berbagai isu dan komentar berseliweran di media sosial. Isu dan komentar itu menghadirkan gagasan yang menguji nurani kita untuk lebih jeli lagi melihat dan menilai mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang sungguh lahir dari perbendaharaan hati yang baik dan mana yang keluar dari hati yang jahat? Dan semua kita tentu berharap, agar hasil akhirnya nanti akan lahir keputusan yang keluar dari perbendaharaan hati yang baik. 

Nnn.....

Mengerucut pada situasi nyata kita saat ini. Tema percakapan kita Sejak hari kematian Bapa dan saudara kita Saverius Yeremias Tukan hingga saat ini, ketika pembahasan kita seputar almarhum Saverius Yeremias Tukan mulai dari dialog empat mata sampai sambutan-sambutan di hari pemakaman dan kotbah serta renungan, muaranya tidak lari jauh dari pengakuan kalau bapak Saverius Yeremias Tukan adalah sosok orang baik.  "Memang dia orang baik." 

Kita bisa menyaksikan di hari-hari kedukaannya, sejak berita kematiannya diumumkan sampai nebo malam ini banyak orang yang datang hadir ikut menyatakan rasa duka dan terutama mendoakan keselamatannya dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkannya. 

Apa yang sudah dia lakukan untuk orang banyak? Apa hebatnya dia? Diakan bukan orang kaya yang bisa bagi-bagi duit untuk kita? 

Nnnn.... Rasanya cukup wajar dan tidak berlebihan kalau ada pengakuan dari kita bahwa bapak dan saudara kita Saverius Yeremias Tukan adalah sosok seorang saudara, rekan kerja, sahabat, pemimpin, Ayah bagi anak, suami dan partner bagi istrinya yang telah mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik. Dari perbendaharaan hatinya yang baik itu telah mendorong kita semua untuk hadir di sini. Perbendaharaan hatinya yang mana?

Kalau harus dikisahkan oleh semua yang pernah mengalami, maka tidak cukup waktu bagi kita untuk mengisahkannya. Tapi sekurang-kurangnya ada tiga kenangan indah yang boleh saya sebutkan sebagai mutiara yang dia wariskan bagi keempat anaknya. Izinkan saya untuk bercerita. 

Pertama, kalau kita minta sesuatu kepada bapak, akan kita hadapi dengan pertanyaan, apakah itu kebutuhan atau keinginan? Kalau kebutuhan, apakah sangat mendesak untuk segera dipenuhi. Coba lihat orang-orang sekitar kita,  bagaimana perjuangan hidup mereka? Kalau sudah seperti ini maka hilanglah sudah niat untuk mendapatkan sesuatu yang kita minta. Demikian kisah Ati, putri keduanya. "Waktu saya sekolah di SMA JohnPol, saya diberi uang jajan seribu rupiah. Saya tidak bisa protes, karena saya tahu, pasti ada saja argumen dari Bapa yang bisa mematahkan, kemauan saya. Lagi pula argumen dari bapak itu akan membuat saya ikhlas menerima apa yang telah bapa lakukan untuk saya. Itu kisah si Putri sulungnya yang ia beri nama Manggota atau sering disapa Ota. Ini bisa disebut mutiara kesederhanaan yang selalu mewarnai keluarga ini.

Kedua. Waktu saya mau kuliah bapa pesan, ingat baik-baik pesan bapa yang satu ini, Kau boleh tidak takut pada suanggi dan setan, tapi jangan kau remehkan adat dan norma hidup dalam masyarakat." Demikian Tutur Manggota si Putri sulung. Sebut saja ini mutiara keyakinan akan sesuatu yang bernilai dan menjadi kekuatan bagi keluarga ini. Ketiga, bila menghadapi persoalan atau masalah apapun, selesaikan itu dengan hati, bukan otak. Yang saya alami dan saya saksikan, dalam menyelesaikan masalah, selalu bertolak dari konteks. Ini prinsip yang dipegang bapa. Dalam hal menentukan pilihan, Bapa bilang, seseorang hanya boleh memilih satu. Kalau memilih itu, ya itulah yang dipegang. Jangan pernah berpikir untuk menggantikan pilihan. Jagalah dan rawatlah pilihanmu itu. Demikian kisah Romo Gino Putra Pertamanya. Mutiara ketiga ini boleh kita sebut sebagai prinsip hidup yang diwariskan lewat kesaksian anak laki-lakinya. Sampai di sini ada pula pertanyaan yang menggelitik hati. Apakah almarhum Saverius Yeremias Tukan ini malaikat yang berwujud manusia. Tidak juga. Dia manusia seperti kita. Dia juga punya sisi hidup yang gelap. Namun l

Aaqnn..... Terlepas dari kelemahan manusiawi yang pernah dilakukan almarhum selama hidupnya di dunia ini, bila disandingkan dengan apa yang kita saksikan dan bagaimana pribadi dan cara hidup yang dia lakoni semasa hidupnya, juga apa yang ia wariskan untuk anak-anaknya mustinya kita Yakin kalau Bapa Saverius Yeremias Tukan, dengan modal prinsip dan pola hidup yang dijalani selama ini dapat dipastikan bahwa ia telah menikmati buah-buah kebaikan. Ia telah menjadi orang yang mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik bagi kita semua di kampung ini,  di paroki ini, di daerah ini dan dalam keluarga ini. Kebaikan yang membuat dia pantas menerima dan menikmati kebahagiaan dalam perjamuan abadi di sorga.

Belajar dari apa yang baik dari bapa Saverius Yeremias Tukan ini kita  berharap agar dalam terang Roh Kudus kita pun tidak mengabaikan pesan Firman Tuhan hari ini. Kiranya kita juga diperkenankan  bertumbuh dalam Firman Tuhan untuk memperkaya hidup dengan nilai-nilai kebajikan seperti; keramahtamahan, kerendahan hati, kejujuran, sopan santun dan ringan tangan untuk siap membantu siapa saja, sebagai ungkapan kepedulian atas nasib sesama yang sedang mengalami persoalan hidup. Dalam kehidupan bersama di tengah keluarga dan masyarakat apakah saya telah mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hati yang baik? Ataukah malah mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan yang jahat. Selesaikan semua persoalan hidupmu dengan hati. Amin.


10. Aku Percaya 

11. Bapa kami...

Tiga kali Salam Maria...

12. Doa Rosario 

 Allah Bapa di sorga. Putera Mu sendiri telah menyapa kami dengan Firman yang sungguh menggugah nurani Bersama Bunda Maria kami berdoa semoga bapak dan saudara kami Saverius Yeremias Tukan yang kami kenangkan dalam doa malam ini.diperkenankan ikut ambil bagian dalam perjamuan Kudus di sorga bersama semua orang yang hidupnya berkenan padaMu.

1 kali Bapa kami dan 10 kali Salam Maria 

13. Doa umat

P. Allah Bapa di sorga, Sabda PuteraMu dan refleksi malam ini telah menyapa kami untuk melihat lebih jeli lagi perbendaharaan hati kami.  Karena itu dengarkanlah doa-doa kami.

P. Bagi  “bapak dan saudara kami Saverius Yeremias Tukan yang kami kenangkan dalam doa malam ini.

Ya Bapa, oleh belas kasihMu semoga bapak dan saudara kami Saverius Yeremias Tukan yang kami kenangkan dalam doa malam ini.kauperkenankan untuk turut ambil bagian dalam kebangkitan Kristus dan ikut serta menikmati perjamuan abadi di sorga.

Marilah kita mohon......

Bagi Keluarga yang ditinggalkan

Oleh belas kasihMu, Semoga segala kedukaan dan kesedihan  yang timbul di hati keluarga oleh kepergian “bapak dan saudara kami Saverius Yeremias Tukan" dikalahkan oleh kekuatan firman  yang direnungkan malam ini dan membawa harapan baru untuk menjalani hidup dengan pasti di hari-hari yang akan datang. Marilah kita mohon......

Bagi para arwah yang kurang mendapatkan perhatian dari keluarganya dengan doa-doa. 

Oleh belas kasihMu Ya Bapa, semoga para arwah yang kurang didoakan keluarga selalu mendapat bagian untuk menikmati kebahagiaan kekal di sorga. Marilah kita mohon......

Bagi  kita yang hadir di sini

Oleh belas kasihMu Semoga kami semua yang hadir di sini selalu bersiap diri menantikan kedatangan Tuhan kapan saja dengan tak henti-hentinya bertobat dan melakukan kebaikan serta amal kasih setiap hari. Marilah kita mohon......

P.  Ya Bapa di sorga. Demi kemurahan hati-Mu teguhkanlah iman kami, agar tetap berpegang pada Firman-Mu. Demi Kristus Tuhan Kami. Amin.

Marilah kita satukan doa dan permohonan kita dengan doa yang diajarkan Kristus kepada kita. Bapa Kami….

14. Doa Penutup

Marilah berdoa. Allah Bapa di sorga. Syukur dan pujian kami haturkan kepada-Mu karena Firman-Mu telah meresap dalam hati kami. Semoga seluruh hidup kami selanjutnya selalu diliputi oleh iman akan kebangkitan Putera-Mu dan diwarnai oleh ajaran hidup yang kami dengar dari Firman Mu malam ini telah sehingga kami selalu pasrah berharap pada-Mu, bila kesedihan dan kedukaan menghadang  langkah-langkah hidup kami. Dan boleh menggantikan kesedihan kami dengan hidup yang saling memberi dengan kasih persaudaraan di antara kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami yang hidup bersama Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.Amin.

Lagu Penutup

Salam Penutup

P. Saudara-saudari sekalian,  Ibadat kita malam ini untuk mendoakan keselamatan Bapa saudara  kita “Saverius Yeremias Tukan” telah selesai.

U. Syukur Kepada Allah 

15. Berkat Penutup. Mari kita menyiapkan diri untuk menerima berkat penutup dari orang urapan Putra Almarhum.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERAYAAN EKARISTI KAUL KEKAL

SYAIR LAMAHOLOT LAMAOLE

Peletak dasar kampung Jawawawo