Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Peletak dasar kampung Jawawawo

Riwu Ngongo Peletak dasar kampung Jawawawo Siang itu, Jumad Agung 18 April 2014, Siprianus Nggajo duduk santai di beranda depan rumahnya. Bersama dengan putra sulungnya Agustinus Riwu yang lagi berlibur sekalian merayakan paskah bersama di kampong.    Matanya yang masih terang menyusuri beberapa obyek warisan leluhur   di halaman rumahnya. Ada Basa damba, sejenis rumah adat, tempat penyimpanan berbagai perlengkapan budaya   berupa Gong Gendang, sejenis alat music   tradisional. Ngadhu, ukiran manusia laki-laki dewasa, symbol   leluhur yang merintis terbentuknya komunitas kampong. Ada   meja batu, sebuah kubur yang terbuat dari batu dalam bentuk meja. Nampak pula di halaman bahagian selatan ; Peo, ukiran kayu bercabang dua, symbol leluhur perempuan dengan beaneka ragam lukisan yang hanag bisa   dipahami oleh para tetua adat . Ada pula rumah kecil dan kubur tua para leluhur yang ditandai dengan batu berdiri.       ...

DESKRIPSI SILSILAH SUKU RIWU NGONGO

DESKRIPSI SILSILAH SUKU RIWU NGONGO GENERASI PERTAMA: [1] v Riwu Ngongo bersaudara dengan Mado   yang secara bersama-sama turun dari Koto dan menetap di Wuji. Selama beberapa waktu keduanya menjalani kehidupan di Wuji. Riwu ngongo meninggalkan Wuji setelah ada peristiwa kebakaran yang menimpa tempat sesajian milik Riwu Ngongo. Peristiwa ini terjadi secara tidak sengaja dilakukan Mado Tai ketika musim kerja kebun saat Mado membakar daun-daunan dan kayu kering yang ditebangnya untuk membersihkan lahan yang siap ditanam. v Oleh kejadian tersebut secara manusiawi Riwu Ngongo tentu merasa kecewa terhadap kakaknya. Namun Riwu Ngongo tidak mau bermusuhan dengan kakaknya. Ia mencari cara terbaik dan menghindari perkelahian antara keduanya. Dengan cara yang sangat bijak, Riwu Ngongo merundingkan kepada saudaranya untuk meninggalkan wuji dan pergi menetap di tempat yang baru. v Dari hasil perundingan   kedua bersaudara   itu bersepakat; Mado Tai tetap menetap ...