PERAYAAN EKARISTI KAUL KEKAL


“ROH ALLAH ADA PADAKU,  IA  MENGUTUS AKU UNTUK MENYAMPAIKAN KABAR BAIK



PERAYAAN EKARISTI
KAUL KEKAL












SR. KRISTINA YOHANA GELU KEAN,EZSC     
Minggu, 28 Agsutus 2016
Gereja Paroki St. Ignatius Waibalun









PERAYAAN EKARISTI
SYUKUR KAUL KEKAL
SR. KRISTINA YOHANA GELU KEAN,EZSC           
Minggu, 28 Agsutus 2016    
====================================================

ROH ALLAH ADA PADAKU,  IA  MENGUTUS AKU UNTUK MENYAMPAIKAN KABAR BAIK

A.    RITUS PEMBUKA
1.      Komentator    :
Pilihan menjadi utusan Allah untuk menyampaikan kabar baik, bukan hanya sekedar memilih rangkaian kalimat indah yang tertulis dalam Kitab Suci. Pilihan ini berangkat dari sebuah refleksi  yang mendalam   atas pengalaman hidup seorang anak manusia. Pengalaman ketika si anak manusia menyadari, kalau dalam dirinya Roh Tuhan ada dan berkarya. 
Bapa/Ibu/Saudara/i yang dikasihi Tuhan,
Ziarah menuju  kaul kekal kebiaraan di tengah dunia yang semakin mengejar kenikmatan duniawi saat ini  bukan hal yang mudah. Dari sang  Peziarah dituntut perjuangan dan pengorbanan.
Setelah melalui proses yang panjang dalam refleksi hidupnya, dengan langkah pasti dan berani Sr. Kristina Sang peziarah   telah memilih sebuah corak hidup yang khas.  Menjadi anggota Komunitas Serikat SZSC.
Dalam komunitas inilah Sr. Kristina Yohana Kean, SZSC  bergumul dengan Firman Tuhan. Melalui nabi Yesaya Tuhan menyapanya: “Roh Tuhan ALLAH ada padaku karena TUHAN telah mengurapi aku untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang yang tertindas. Ia telah mengutus aku untuk membalut orang yang patah hati, untuk menyatakan kebebasan kepada para tawanan, dan kelepasan kepada para tahanan, 2  untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita; untuk menghibur semua orang yang berkabung   kiranya boleh meliputi perayaan syukur kita hari ini untuk meneguhkan kaul kekal kebiaraan yang telah dikrarkan oleh Yubilaris kita”.
Karena itu di bawah tema: “ROH ALLAH ADA PADAKU,  IA  MENGUTUS AKU UNTUK MENYAMPAIKAN KABAR BAIK
Kiranya boleh meliputi perayaan syukur kita hari ini untuk meneguhkan kaul kekal kebiaraan yang telah diikrarkan Yubilaris kita. Marilah kita  mengawali perayaan penuh syukur ini dengan memadahkan lagu pembuka.
  
2.      Perarakan Masuk
Urutan perarakan :
·         Pembawa stribul
·         Pembawa salib dan lilin bernyala
·         Para suster yang berpesta
·         Lektor
·         Imam

3.      Lagu Pembuka (Koor)
4.      Tanda Salib
5.      Salam
6.      Pernyataan tobat
7.      Lagu Tuhan Kasihanilah (Koor)
8.      Lagu Kemuliaan (Koor)
9.      Doa Pembuka
Imam : Marilah berdoa :
Allah Bapa yang Mahamurah, Engkaulah sumber segala rahmat. Ajarilah kami untuk rendah hati di hadapan-Mu, sehingga kami mau menyadari kelemahan kami dan membuka diri untuk menerima anugerah-Mu. Ketika kami tidak berdaya Engkau selalu hadir dengan Roh-Mu yang penuh kasih. Kami bersyukur untuk kasih setia-Mu yang telah menjiwai seluruh perjuangan Sr. Kristina Yohana Kean, SZSC    dan kami semua. Hingga hari ini kami Kauperkenankan untuk mensyukuri kaul kekal kebiaraanya. Curahkanlah rahmat-Mu kepada kami, agar  selalu setia mengabdi Dikau melalui karya pewarataan untuk menyampaikan kabar baik kepada umat-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa.
Umat : Amin

B.     LITURGI SABDA
1.      Komentator:
“Roh Allah Ada Padaku,  Ia  Mengutus Aku Untuk Menyampaikan Kabar Baik”.
Rangkaian kalimat ini bukan hanya sekedar cuplikan teks yang terdiri dari deretan huruf mati. Namun ada Roh yang memberi semangat dan menginspirasi Yubilaris kita untuk menentukan pilihan hidupnya.
Lahir   dari penghayatannya akan sabda Tuhan yang bergema dari masa ke masa, sejak manusia dan bumi ini diciptakan dan melalui seruan para nabi dan para rasul. Dari sinilah Sang Yubilaris sadar,  dirinya akan menjadi berarti jika selalu siap diutus untuk menyampaikan kabar baik kepada semua orang.  
NN.... bacaan-bacaan hari ini mengisyaratkan kepada kita tentang perutusan   versi nabi Yesaya, tentang status panggilan dan perutusan kita seperti yang di wartakan dalam bacaan kedua. Dan semangat kerendahan hati sebagai ciri seorang yang diutus seperti kisah Injil hari ini. Marilah kita membuka hati untuk mendengarkan Tuhan dalam sabda-Nya dengan penuh hikmat.

2.      Bacaan I   : Yes 61:1-11
  1   Roh Tuhan ALLAH ada padaku karena TUHAN telah mengurapi aku untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang yang tertindas. Ia telah mengutus aku untuk membalut orang yang patah hati, untuk menyatakan kebebasan kepada para tawanan, dan kelepasan kepada para tahanan, 2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita; untuk menghibur semua orang yang berkabung. 3  Untuk mengaruniai mereka yang berkabung di Sion; untuk memberi mereka hiasan kepala sebagai ganti abu, minyak sukacita sebagai ganti dukacita, jubah pujian sebagai ganti semangat yang pudar sehingga mereka akan disebut pohon tarbantin kebenaran, tanaman TUHAN, supaya Ia dimuliakan.
    4 Mereka akan membangun kembalireruntuhan-reruntuhan kuno. Mereka akan mendirikan kembali kehancuran-kehancuran yang dahulu kala. Mereka akan memperbaiki kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah menjadi sunyi dari generasi ke generasi. 5  Orang-orang asing akan berdiri dan menggembalakan ternakmu, dan orang-orang asing akan menjadi pembajak dan pengurus kebun anggurmu. 6  Akan tetapi, kamu akan disebut ‘imam-imam TUHAN’, mereka akan menamaimu ‘para pelayan Allah kita’. Kamu akan memakan kekayaan bangsa-bangsa dan dalam kemuliaan mereka kamu akan bermegah. 7  Sebagai ganti rasa malumu, kamu akan menerima dua kali lipat. Sebagai ganti aib, mereka akan bersorak-sorai atas bagian mereka. Demikianlah di negeri mereka, mereka akan menerima bagian dua kali lipat, mereka akan memiliki sukacita kekal. 8  Sebab Aku, TUHAN, mencintai keadilan. Aku membenci perampokan dan kesalahan. Aku akan dengan kesetiaan memberi mereka upah dan Aku akan membuat perjanjian yang kekal dengan mereka. 9  Keturunan mereka akan dikenal di antara bangsa-bangsa, dan anak-cucu mereka di tengah-tengah suku bangsa. Semua orang yang melihat mereka akan mengetahui bahwa mereka adalah keturunan yang telah diberkati TUHAN.
    10  Aku akan sangat bersukacita di dalam TUHAN, jiwaku akan bergembira di dalam Allahku karena Ia telah memakaiani aku dengan pakaian keselamatan. Ia menyelubungiku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang menghiasi dirinya dengan perhiasan-perhiasan. 11  Sebab, seperti bumi menumbuhkan tunas-tunasnya, dan seperti kebun menumbuhkan apa yang ditabur ke atasnya, demikian juga Tuhanku, TUHAN, akan membuat kebenaran dan puji-pujian tumbuh di hadapan semua bangsa.

3.      Bacaan Kedua: Ibr 12:18-19,22-24a
 18  Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang bisa disentuh, kepada api yang menyala-nyala, atau kepada kegelapan, kekelaman, dan badai. 19  Kamu pun tidak datang kepada suara trompet, dan kepada suara yang perkataannya membuat para pendengarnya memohon dengan sangat supaya perkataan itu tidak diperkatakan lagi kepada mereka.  22  Namun, kamu telah datang ke Gunung Sion, dan ke kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi, dan kepada malaikat yang tidak terhitung jumlahnya, 23  Kamu telah datang kepada perkumpulan besar jemaat yang terdiri dari anak-anak sulung Allah yang telah terdaftar di surga, kepada Allah, Hakim atas semua orang, dan kepada roh orang-orang benar yang sudah disempurnakan. 24  Kamu telah datang kepada Yesus, Perantara Perjanjian* yang baru, dan kepada darah yang dipercikkan,* yang berbicara lebih baik daripada darah Habel.
4.      Lagu Antar Bacaan (koor)   

5.      Injil : Luk 14:1,7-14
1 Pada suatu hari Sabat, Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin orang-orang Farisi untuk makan roti* bersamanya dan mereka semua mengawasi Yesus.  7 Kemudian, Yesus menceritakan sebuah perumpamaan kepada tamu-tamu undangan ketika Ia melihat bagaimana mereka memilih tempat-tempat duduk yang terhormat di sekitar meja makan, kata-Nya kepada mereka, 8  "Jika engkau diundang oleh seseorang ke sebuah pesta pernikahan* ,janganlah kamu duduk di tempat kehormatan karena tuan rumah itu mungkin sudah mengundang orang yang lebih terkemuka darimu. 9  Lalu, tuan rumah itu akan mendatangimu dan berkata, ‘Berikanlah tempatmu kepada orang ini!’ Dan, kamu pun harus pindah ke tempat yang paling rendah dengan merasa malu. 10  Namun, apabila kamu diundang, duduklah di tempat yang paling belakang* supaya ketika yang mengundang engkau datang, ia akan berkata kepadamu, ‘Sahabat, pindahlah ke tempat yang lebih terhormat.’ Dengan demikian, kamu akan mendapat penghormatan di hadapan orang-orang yang duduk makan bersama denganmu. 11  Sebab, semua orang yang meninggikan dirinya akan direndahkan, tetapi ia yang merendahkan dirinya akan ditinggikan." 12  Lalu, Yesus berkata kepada orang yang mengundang-Nya itu, "Bila kamu mengadakan jamuan makan siang atau makan malam, jangan mengundang teman-teman, saudara-saudara, kaum keluarga, atau tetanggamu yang kaya karena mereka akan membalasmu dengan mengundangmu untuk makan bersama mereka. 13  Akan tetapi, jika kamu mengadakan pesta, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh, dan orang-orang buta. 14  Dan, kamu akan diberkati karena orang-orang ini tidak dapat membalasmu kembali; kamu akan mendapat balasannya pada waktu kebangkitan orang-orang benar."
   
6.      Homili (Imam)

7.      Pembaharuan Kaul
Komentator :
Bapa, Ibu, Saudara/i terkasih dalam Kristus,
Mari kita mengikuti pembaharuan kaul saudari kita terkasih dengan memohon penerangan Roh Kudus dalam lagu Veni Creator 
·         Lagu Veni Creator  (Koor)
·         Nyanyian Kaulku (Yubilaris)
·         Ucap Kaul (Yubilaris di depan altar)
·         Lagu Magnifikat (Koor)



8.      Doa Umat
Imam : Allah Bapa  di sorga.  Putera-Mu sendiri bersabda: “semua orang yang meninggikan dirinya akan direndahkan, tetapi ia yang merendahkan dirinya akan ditinggikan. .”
            Dengan gembira dan penuh syukur kami datang ke hadapan-Mu, karena itu dengarkanlah doa-doa kami ini.

1.      Bagi Gereja dewasa ini
Ya Bapa,  semoga kesederhanaan dan pelayanan tanpa pamrih menandai para pemimpin dan warga Gereja sebagai pengikut Yesus.
Marilah kita mohon...

2.      Bagi orangtua dan para penjasa
Ya Bapa, semoga Engkau melimpahkan rahmat dan berkat-Mu bagi orangtua dan seluruh keluarga besar, penjasa dan penderma serta sahabat kenalan yang dengan caranya masing-masing mendukung panggilan Suster Kristina Yohana Kean, SZSC. Berikan juga istirahat kekal bagi bapa dan mama serta seluruh anggota keluarga yang telah meninggal.
Marilah kita mohon...
3.      Bagi Kongregasi
Ya Bapa, limpahkanlah berkat-Mu bagi pimpinan Kongregasi dan setiap anggota, agar semakin menjadi saksi dan penyalur belaskasih-Mu di tengah dunia.
Marilah kita mohon...
4.      Bagi Yubilaris, Sr. Kristina Yohana Kean, SZSC 
Ya Bapa, berkenanlah menganugerahkan rahmat istimewa bagi  Suster Kristina Yohana Kean, SZSC    yang hari ini merayakan Sykur  kaul Kekal  kebiaraan, agar dalam perjalanan selanjutnya ia semakin setia untuk mewartakan dan membagikan kasih-Mu kepada sesama di tempat perutusannya.
Marilah kita mohon...

5.      Bagi Paroki Kita
Ya Bapa, dampingilah seluruh umat Paroki St. Ignatius Waibalun, agar dalam cahaya iman kami berani membela kebenaran dalam kasih dan tanggap menghadapi tantangan zaman. Marilah kita mohon....

6.      Bagi kita semua yang hadir di sini
Ya Bapa, semoga kami tidak mencoba untuk mempengaruhi atau memperalat orang lain dan tidak mau maju sendiri dengan mengorbankan orang lain.
Marilah kita mohon...

Imam: Tuhan Allah kami, Engkau memberi diri-Mu secara tuntas kepada orang yang menyadari keterbatasan mereka. Dengarkanlah doa-doa yang kami panjatkan dann doronglah kami untuk menjadi hamba bersama dengan Dia, yang telah menjadi hamba yang taat bagi-Mu, dan bagi setiap orang di dunia. Dialah Yesus Kristus Tuhan kami.
Umat : Amin
 



C.    LITURGI EKARISTI
1.      Persiapan Persembahan
2.      Komentator    :
Umat beriman yang terkasih dalam Kristus,
Kini kita memasuki Liturgi Ekaristi. Di tengah kita telah tersedia bahan persembahan sebagai wujud penyerahan diri dan ungkapan syukur kita atas segala rezeki yang kita terima selama ini. Marilah kita bersama-sama menghantar menuju altar persembahan untuk disatukan dengan kurban Yesus  sendiri sebagai kurban satu-satunya dan terluhur. Sebagai tanda syukur dan pujian kita kepada Allah yang maharahim, kita persembahkan hasil karya, niat, cita-cita serta harapan kita.
Mari kita bersatu hati menghantar persembahan ke altar Tuhan dalam iringan lagu persembahan.

3.      Lagu Persembahan (koor)
4.      Doa Persembahan
Imam : Allah Bapa penuh kasih, dengan rendah hati dan tulus ikhlas, kami datang kepada-Mu sambil membawa persembahan ini. Semoga  Engkau berkenan menerimanya dan menjadikan sumber berkat bagi kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Umat : Amin

D.    PREFASI
Imam : Tuhan bersamamu
Umat : Dan bersama rohmu
Imam : Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
Umat : Sudah kami arahkan
Imam : Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita
Umat : Sudah layak dan sepantasnya
Imam : (Lihat prefasi Biarawan/wati)

5.      Lagu Kudus (koor)
6.      Doa Syukur Agung II
Imam : Sungguh kuduslah Engkau, ya Bapa sumber segala kekudusan. Maka kami mohon: kuduskanlah persembahan ini dengan pencurahan Roh-Mu, agar bagi kami menjadi Tubuh dan Darah putra-Mu terkasih Tuhan kami Yesus Kristus.
Imam : Ketika akan diserahkan untuk menangung sengsara dengan rela Yesus mengambil roti, mengucap syukur kepada-Mu, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata :

TERIMALAH DAN MAKANLAH INILAH TUBUHKU
YANG DIKURBANKAN BAGIMU
Demikian pula, sesudah perjamuan, Yesus mengambil piala. Sekali lagi ia mengucap syukur kepada-Mu, lalu memberikan piala itu kepada
murid-murid-Nya, seraya berkata :
TERIMALAH DAN MINUMLAH, INILAH DARAHKU
DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL,
YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG
DEMI PENGAMPUNAN DOSA
LAKUKANLAH INI UNTUK MENGENANGKAN DAKU
Imam : Marilah kita menyatakan misteri iman kita
Umat : Wafat Kristus kita maklumkan,
Kebangkitan-Nya kita muliakan
Kedatangan-Nya kita rindukan.
Imam : Sambil mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus kami mempersembahkan kepada-Mu , ya Bapa, roti kehidupan dan piala keselamatan. Kami bersyukur sebab kami Engkau anggap layak menghadap Engkau dan berbakti kepada-Mu. Kami mohon agar kami yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun menjadi satu umat oleh Roh Kudus.
Bapa perhatikanlah gereja-Mu yang tersebar di seluruh bumi. Sempurnakanlah umat-Mu dalam cinta kasih, dalam persatuan dengan Paus kami Fransiskus dan Uskup kami Mgr. Fransiskus Kopong Kung serta  para Imam, Diakon dan semua pelayan sabda-Mu.
Ingatlah juga ya Tuhan, akan saudara-saudari kami yang pada hari ini mempersembahkan diri kepada-Mu untuk mengabdi dengan setia pada Dikau.
Semoga mereka senantiasa dapat mengarahkan hati dan budi kepada-Mu dan memuliakan nama-Mu.
Ingatlah pula akan saudara-saudari kami, kaum beriman yang telah meninggal dunia dengan harapan akan bangkit, dan akan semua orang yang telah berpulang dalam kerahiman-Mu. Terimalah mereka dalam cahaya wajah-Mu.
Kasihanilah kami semua agar kami Engkau terima dalam kebahagian abadi bersama santa Maria, Perawan dan Bunda Allah, bersama para rasul dan semua orang kudus dari masa ke masa yang hidupnya berkenan dihati-Mu. Semoga kami pun Engaku perkenankan turut serta memuji dan memuliakan Dikau dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, bersam Dia dan dalam Dia, bagi-Mu Allah Bapa yang Mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh kudus, segala hormat dan kemuliaan, sepanjang segala masa.
Umat : Amin

E.     KOMUNI
7.      Bapa Kami
8.      Doa Damai
9.      Salam Damai
10.  Anak Domba Allah (koor)
11.  Lagu Madah Syukur (koor)
12.  Doa Sesudah Komuni

Imam : Marilah berdoa :
Allah Bapa sumber kehidupan, kami bersyukur atas santapan suci yang menghidupi kami dalam peziarahan kami ini. Semoga kami semakin tekun dan setia dalam menghayati semangat Ekaristi, yaitu berani berserah kepada-Mu dan berbagi hidup dengan sesama, sehingga kelak kamipun layak menerima anugerah kehidupan abadi yang Kaujanjikan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.  
Umat : Amin.

F.     RITUS PENUTUP (Berkat Meriah)
Komentator :
Bapa/Ibu, Saudara/i, umat beriman yang terkasih dalam Kristus,
Sesaat lagi Perayaan Ekaristi Syukur  kebiaraan Sr. Kristina Yohana Kean, SZSC    akan   berakhir. Namun tugas dan tanggung jawab kita dalam membangun kerajaan Allah di dunia  ini tidaklah selesai. Kita masih harus melewati sebuah perjalanan panjang dengan penuh tantangan yang tidak sedikit. Kita juga masih harus berjuang melawan berbagai hal yang sewaktu-waktu bisa saja mengganjal dan mengganggu cita-cita luhur yang telah kita canangkan ketika kita menjawab ya, atas panggilan Allah.
Untuk itu, marilah kita memohon penyertaan, kekuatan dan berkat Tuhan untuk tugas kita melalui tangan imam.

Imam : Tuhan bersamamu
Umat : Dan bersama rohmu
Imam : Semoga Allah pendiri serta pemimpin Gereja, senantiasa meneguhkan saudara-saudari dengan rahmat-Nya agar saudara-saudari dapat melaksanakan tugaas masing-masing dengan setia
Umat : Amin
Imam : Semoga Allah sendiri menjadikan saudara-saudari saksi cinta dan kebenaran Ilahi
Umat : Amin
Imam : Semoga Allah menjadikan saudari Gembala yang menyediakan Roti Hidup dan sabda kehidupan kepada umat beriman, agar mereka semakin bertumbuh dalam perstuan tubuh Kristus
Umat : Amin
Imam : Dan semoga saudara-saudari sekalian dilindungi dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, Bapa, dan Putraa dan Roh kudus
Umat : Amin
Imam : Saudara-saudari Perayaan Ekaristi Syukur  Kaul kekal kebiaraan telah selesai
Umat : Syukur kepada Allah
Imam : Marilah pergi, kita semua diutus
Umat : Amin

13.  Lagu Penutup (Koor)






















Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYAIR LAMAHOLOT LAMAOLE

Peletak dasar kampung Jawawawo