Ibadat/Doa Arwah

 F/DOA ARWAHh


Malam Pertama 

Salib, Jembatan memasuki hidup abadi 







Untuk keselamatan Arwah

Yoseph Ratu Keban 


Selasa, 25 Maret 2025







IBADAT/DOA ARWAH

Malam Pertama 

Salib, Jembatan memasuki hidup abadi 

Selasa, 25 Maret 2025


Pengantar

“Menjalani sebuah kehidupan yang pahit dalam rentang waktu sekian lama, bukanlah hal yang mudah. Namun itu telah dilakoni Bapak/Saudara kita Yoseph Ratu Keban”. Kita awali doa kita malam ini dengan lagu pembuka.


Lagu Pembuka

Tanda Salib. 

Marilah kita menandai diri kita dengan tanda salib, tanda kemenangan Tuhan Kita Yesus Kristus. 

Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.


Salam: 

P. Semoga Allah sumber segala pengharapan melimpahkan penghiburan iman kepada kita sekalian. 

U. Sekarang dan selama-lamanya.


Kata Pembuka:

Perjalanan hidup kita selain diwarnai oleh kegembiraan, juga ditandai kesedihan dan penderitaan. Keluarga yang kita kunjungi malam ini adalah keluarga yang sedang berduka, oleh kematian Bapak/saudara kita : Yoseph Ratu Keban.

Kehadiran kita malam ini adalah bentuk solidaritas kita sebagai orang beriman. Dengan keikutsertaan kita dalam suasana duka keluarga sambil mendoakan keselamatan Bapak/Saudara kita Yoseph Ratu Keban”. Malam ini kita diajak untuk memaknai firman Tuhan yang menempatkan Salib sebagai sesuatu yang harus diterima oleh setiap pengikut Yesus. Dalam keseharian, kita sering kurang menyadari hal itu. Sebuah sikap yang menunjukkan lemahnya iman dan keyakinan kita akan makna salib bagi kita. Karena itu marilah kita menyatakan tobat kita.

 

Pernyataan Tobat 

(boleh dengan doa Tobat atau Saya mengaku)

P. Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengalami kematian melalui salib dan penderitaan, tetapi dibangkitkan oleh kekuasaan Bapa dalam Roh Kudus. Tuhan kasihanilah kami.

P. Engkaulah menjanjikan suatu kehidupan yang bebas dari maut kepada orang yang percaya. Kristus Kasihanilah kami.

P. Engkau akan datang dengan mulia untuk mempersatukan kami semua dalam kerajaan sorga. Tuhan kasihanilah kami.


P. Semoga Allah yang maha kuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal. Amin.



Doa Pembuka

Marilah berdoa,

Allah yang mahakuasa dan kekal. 

Ke dalam pelukan kasih-Mu kami serahkan Bapak/Saudara Yoseph Ratu Keban”.. Bukalah hati kami untuk meresapkan Sabda-Mu malam ini, sehingga doa malam ini dapat menjadi bekal bagi kami terutama keluarga yang berduka untuk menjalani kehidupan yang masih panjang ini dalam iman yang kokoh. Dengan perantaraan Kristus Putera-Mu yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.


Lagu antar bacaan

 

Bacaan Kitab Suci

Lukas 23:33-43

Yesus disalibkan 

23:33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak , mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. 

23:34 Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." 

Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. 23:35 Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah. 23:36 Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya 

23:37 dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!" 

23:38 Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi. 

23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!  

23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? 

23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah. 

23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja. 

23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus. 




 "Renungan. 

Sebahagian dari kita yang hadir dalam ibadat malam ini tahu dan masih ingat betapa Bapak/Saudara kita Yoseph Ratu Keban”.telah melewati perjalanan hidup yang panjang yang diwarnai oleh jalan salib. 

Kita mungkin tidak pernah mendengar langsung keluh kesahnya dalam menjalani hidupnya yang sarat beban itu. Namun kita tentu tahu kalau hidupnya itu diwarnai oleh keluhan yang tak terungkapkan keluar. Salib yang dipikulnya selalu disimpan rapi di dalam hatinya, tidak ditampakkan keluar. 

Pada hari Yesus wafat, tiga salib ditegakkan. Yesus tergantung di antara dua penjahat. Salah satu penjahat itu mengolok-olok Yesus, tetapi yang lainnya berkata, "Ingatlah aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Dan Yesus menjawab, "Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus"

Dua penjahat yang ikut tersalib bersama Yesus, menampilkan sikap yang saling bertentangan. Satunya menolak salib dan yang lainnya dengan ikhlas menerima salib. Sehingga nasibnya jelas, hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus. Bagaimana nasib, penjahat yang menolak? Tidak diceritakan lebih lanjut.   

NNN... Dialog, di atas menghantar kita kepada permenungan tentang penderitaan dan salib bagi anak manusia yang beriman kepada Yesus yang tersalib.  

Mgr. Paul Budi kleden SVD, dalam sebuah kesempatan diskusi dengan para perumus arah pastoral keuskupan Larantuka pernah menegaskan, turunkan salib yang digantungkan di rumah dan gereja anda bila anda tidak mau menerima penderitaan dan Salib. Pernyataan Mgr Bkudi ini, terungkap ketika dalam diskusi itu ada dua kecenderungan yang berbeda dalam merumuskan arah pastoral keuskupan. 

Satu kelompok memilih rumusan yang menghindar dari salib, dan yang lain mau merumuskan arah pastoral yang siap menerima salib dan penderitaan. 

Pernyataan Pater budi berindikasi, bahwa hidup seorang katolik tak bisa lepas dari salib. Salib sudah menjadi tanda khusus dan khas orang-orang katolik. Walaupun bagi orang bukan Katolik, salib itu sendiri adalah sebuah tragedi, sebuah penderitaan, sebuah penghinaan, suatu usaha penghancuran dan pembunuhan yang keji terhadap Yesus Pemimpin dan pendiri iman kristiani. 

Lalu mengapa harus salib? 

Yang paling penting di sini, bukan tanda salib, bukan pula kayu palang yang disebut salib itu, tapi Dia yang tergantung di kayu salib itu. Dialah Kristus juru Selamat Umat manusia. Seperti dalam Perjanjian Lama Ular tembaga ditinggikan di sebuah tiang untuk membebaskan orang-orang Israel dari racun ular yang membunuh dan membinasakan mereka, Yesus ditinggikan di atas salib untuk mengalirkan rahmat penebusan dosa dan kselamatan untuk seluruh umat manusia. 

Melalui proses salib Allah mentransformasikan diri kita untuk menjadi segambar dengan puteraNya. Dengan memandang Dia yang tesalib ada suatu kekuatan baru yang muncul, bukan dari diri, tetapi dari Dia yang tersalib. Kekuatan itu meneguhkan kita untuk terus melangkah bersama Dia memikul salib kita dalam hidup ini. Salib menjadi pegangan, bahkan ketika kita manusia harus mengakhiri perjalanan ziarah hidup ini. 

Karena salib menjadi jembatan untuk menyeberang kepada kehidupan abadi. Ketika kita memahami penderitaan dan salib menjadi jembatan untuk menyeberang kepada kehidupan abadi, maka tidak akan ada dari kita yang merasa takut memikul salib dalam berbagai bentuk penderitaan yang kita alami dalam ziarah hidup kita 

NN..... Bagaimana dengan nasib Bapak/Saudara kita Yoseph Ratu Keban”.

Dari sepenggal riwayat hidup dan sakitnya kitapun boleh yakin, bahwa penderitaan dan Salib yang pernah dipikul semasa hidupnya, telah menjadi jembatan baginya untuk memasuki kehidupan abadi. 

Sama sperti salah seorang penyamun yang disalibkan bersama Yesus ia juga mendengarkan ajakan Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus”  

Doa: 

Tuhan Yesus, kami memuji dan memuliakan Dikau, karena melalui salib suciMu Engkau menebus kami dari dosa membebaskan kami dari kematian kekal dan membawa kami kepada kehidupan kekal, bersama Engkau, Bapa dan Roh Kudus dalam kerajaan surga. Terimaksih Tuhan atas SabdaMu. Buatlah kami selalu setia kepada misteri salib itu sampai akhir hidup kami. Amin. 


Aku Percaya. 

Marilah kita menanggapi Sabda Tuhan dengan pernyataan iman kita. “Aku Percaya”.


Doa Rosario. 

Bersama bunda Maria kita berdoa.

Allah yang maha kuasa dan kekal, bangkitkanlah di dalam diri kami teristimewa Kaum keluarga, hati yang pasrah dan kepercayaan yang teguh akan misteri salib sebagai jembatan memasuki hidup abadi, agar kami lebih tabah dalam menjalani hidup yang penuh perjuangan di dunia ini, hingga kelak kami menikmati kebahagiaan kekal bersama Bapa di sorga. (satu kali Bapa kami dan sepuluh kali salam Maria)


Lagu Maria

Doa umat

P. Allah Bapa di sorga, salib yang diletakkan diletakan di pundak Yesus Putera-Mu sebagai bentuk penghinaan telah mengubah makna jadi jembatan bagi kami untuk memasuki hidup abadi. Karena itu dengarkanlah doa-doa kami.


Mama/Saudari kita: Bapak/Saudara kita Yoseph Ratu Keban”. yang kita kenangkan dalam doa malam ini.

Ya Bapa, semoga ibu, anak dan saudari yang kami doakan malam ini kauperkenankan untuk turut ambil bagian dalam kebangkitan Kristus dan ikut serta menikmati perjamuan abadi di sorga. 

Marilah kita mohon......


Bagi Keluarga yang ditinggalkan

Semoga segala kedukaan dan kesedihan yang timbul di hati keluarga oleh kepergian Bapak/Saudara kami Yoseph Ratu Keban”. dikalahkan oleh kekuatan firman yang kami renungkan malam ini dan membawa harapan baru untuk menjalani hidup dengan pasti di hari-hari yang akan datang. Marilah kita mohon......


Bagi para arwah yang kurang mendapatkan perhatian dari keluarganya dengan doa-doa. 

Ya Bapa, semoga para arwah yang kurang didoakan keluarga turut memperoleh bagian untuk menikmati kebahagiaan kekal di sorga. Marilah kita mohon......


Bagi kita yang hadir di sini

Semoga kami semua yang hadir di sini selalu bersiap diri menantikan kedatangan Tuhan kapan saja dengan tak henti-hentinya bertobat dan melakukan kebaikan serta amal kasih setiap hari. Marilah kita mohon......


P. Ya Bapa di sorga. Demi kemurahan hati-Mu teguhkanlah iman kami, agar tetap berpegang pada Firman-Mu. Demi Kristus Tuhan Kami. Amin.

 Marilah kita satukan doa dan permohonan kita dengan doa yang diajarkan Kristus kepada kita. Bapa Kami….


Doa Penutup

Marilah berdoa.

Allah Bapa di sorga. Syukur dan pujian kami haturkan kepada-Mu karena Firman-Mu telah meresap dalam hati kami. Semoga seluruh hidup kami selanjutnya selalu diliputi oleh iman akan kebangkitan Putera-Mu itu, sehingga kami selalu pasrah berharap pada-Mu, bila kesedihan dan kedukaan menghadang langkah-langkah hidup kami. Dan boleh menggantikan kesedihan kami dengan hidup yang saling memberi dengan kasih persaudaraan di antara kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami yang hidup bersama Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.


Lagu Penutup (atau Laudate).

Salam Penutup

P. Saudara-saudari sekalian, Ibadat kita malam ini untuk mendoakan keselamatan Bapak/Saudara kita Yoseph Ratu Keban”. telah selesai.

U. Syukur Kepada Allah

P. Marilah pulang, kita semua diutus

U. Amin


Berkat Penutup

P. Semoga Tuhan beserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya 

P. Saudara-saudari seiman yang terkasih: Salah satu penjahat itu mengolok-olok Yesus, tetapi yang lainnya berkata, "Ingatlah aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Dan Yesus menjawab, "Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus"  

Semoga rakhmat Tuhan dan firmanNya malam ini menyertai hidup dan keseharian kita. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

 U. Amin. 


Lamaole, 25 Maret 2025

Agustinus Riwu 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERAYAAN EKARISTI KAUL KEKAL

SYAIR LAMAHOLOT LAMAOLE

Peletak dasar kampung Jawawawo